Tak terasa…waktu begitu cepat berlalu. Cinta datang…cinta pun pergi. Cerahkan jiwaku trus gelapkan lagi. Mungkin orang berkata BIASA, namun bagiku LUAR BIASA. Semua yang terjadi ini begitu berharga. Alhamdulillah, Allah SWT begitu sayang padaku…
Rangkaian bait ini bagiku bukanlah puisi ataupun syair, karna aku bukanlah seorang sastrawan. Semua yang tertulis ini hanyalah ungkapan..ya sebuah ungkapan..ungkapan dari hati seorang pecinta.
Satu pesanku: Semua yang terjadi pasti ada hikmah kecuali untuk orang-orang yang tak mau berpikir.
from Malang with Love….
November 2, 2006 pukul 1:22 am
Tak kusangka sekarang kau bisa menjadi seseorang sosok yang romantis. Kok gak dari dulu ya…..??? Memang kekuatan cinta telah merubah sosok Biggie yang dulu aku kenal sebagai sosok yang keras kepala, kaku dan jauh dari romantis. Lama tak berkumpul denganmu ternyata banyak perubahan pada dirimu. Aku suka dengan Biggie yang sekarang daripada yang dulu. Jujur ya…berteman denganmu dulu (saat kita masih kuliah)aku sering merasa bersabar karena kau selalu keras kepala. Mungkin kalau dulu kau seperti sekarang aku bisa jatuh cinta dong….He….he….he…..
OK….itulah komentarku sebagai seorang sahabat yang selalu mengenang saat-saat kita bersama. Aku berharap pertemanan ini akan abadi hingga waktu yang tak terbatas. “Don’t forget me and jaga terus silaturahmi”
(Aku save ya….???) Thanks
Salam dari Bandung.
November 7, 2006 pukul 10:40 am
CINTA = C.A.P.E.K D.E.H.H…
C-inta ibarat segelas air di kala haus menerpa..
A-papun akan dilakukan demi sang pelipur raga…
P-uisi pun bak peluru senapan berhambur tanpa terkira…
E-go pun tersisihkan mengalahkan naluri semata…
K-hawatir dan was-was ditinggal sang penggoda sukma…
D-uitpun rela demi kebahagiaan diri..
E-ntah berapa kata terucap kini..
H-asilnya ???
H-anya Tuhan Yang Maha Mengetahui…
Jadi untuk cinta hanya satu kata…
CAPEK DEHH…..
TOO MUCH LOVE WILL KILL YOU, SO ….
ENJOY AJA MEN….
November 18, 2006 pukul 2:59 pm
Iya sih..terkadang capek juga (biasalah..saya kan juga MANUSIA!). Tapi kayaknya…aku coba dulu aja deh. Aku yakin dia lihat blog ku kok. thank’s
November 20, 2006 pukul 5:29 am
sumpah, aku salut dengan uraian jeritan hatimu,
lewat untaian puisi yang kau tulis.
terlihat, betapa terdalamnya rasa itu..
walau mesti mesterius akan harapan yang engkau tunggu..
jujur, entah kenapa saat aku baca bait demi bait,
diri ini merasa melebur di dalamnya..
seakan ikut berperan, dan merasa gundah gulana sang pujangga..
selamat berjuang kawan,
semoga penantianmu berujung..
tak lupa senantiasa sabar dan berpasrah,
karena rahasia Tuhan tak satupun mampu kita tebak…
salam
Desember 13, 2006 pukul 1:12 pm
Big,
aku kasih comment lagi tuh, baca aja , siapa tau ada yg bermanfaat.
Desember 14, 2006 pukul 3:06 pm
Thanks you..mas Erik atas suport-nya n puisinya yang OKE BANGET! Jujur aja sih terkadang hati ini masih bingung..apa mesti perjuangan ini terus or sampai disini aja. Aku juga manusia yang terkadang butuh kepastian, meskipun aku tau di dunia ini gak ada yang pasti selain ketidakpastian itu sendiri. Segala cara udah aku lakuin..SMS gak pernah dibales, telp gak diangkat..jujur aja terkadang capek juga. Tapi aku gak bisa bohongin hatiku..keyakinanku masih begitu kuat meski terkadang timbul keraguan. Manusiawi kan! Aku dah janji pada diriku sendiri, AKU GAK AKAN TULIS PUISI DI BLOG INI LAGI SEBELUM DIA KIRIM KOMENTARNYA..APAPUN ITU ISINYA. Sampai saat ini aku masih yakin..bahwa dia selalu lihat DUNIA NIRWANA, namun kayaknya dia masih enggan tuk berkomentar.
Sekali lagi..thanks a lot n aku yakin pasti bermanfaat.
Mei 19, 2008 pukul 9:44 am
Dikamar Jingga q liat raut itu
Raut manis yg penuh dgn senyuman
senyuman indah untuk yg terindah
yg penuh keikhlasan untuk mencintai
aq ingin memilikinya di dalam hati q
q simpan untuk q jadikan mahkota hidup q
hingga akhirnya hanya dia yg ada
untuk q banggakan sebagai………….
orang yg terakhir