Desember 22, 2007
==========================
Satu persembahan terakhir dariku
Sekejap tak mampu kutahan
Gejolak perih luka hati ini
Saat kau pun harus memilih
Aku atau kedua orang tuamu
Karna perbedaan tlah terjadi
Tepat ketika cinta bersandar
Dan kau pun meninggalkan aku
Disaat aku letih tak berdaya
Ku yakin inilah yang terbaik
Biarkan kisah kita terkenang
Indah mengharumi ruang rindu
Begitu damai merasuki jiwaku
Ingatkah saat kau dipelukanku?
Itulah pelukan terakhir dariku
Ingatkah saat kukecup bibirmu?
Itulah kecupan terakhir dariku
Dengarkanlah suara hati ku
Aku bahagia saat bersamamu!
Ingatlah kau akan sumpah ku
Aku bahagia saat bersamamu!
Kuharap kau pun juga bahagia
Rasakan cinta yang pernah ada
masbiggie@Malang, 20 Desember 2007 07.49 PM
Leave a Comment » |
Cinta |
Permalink
Ditulis oleh nirwana
Desember 22, 2007
Sang Pelana…Berhentilah!
Istirahatlah sejenak dipangkuanku
Lupakanlah segala yang telah lalu
Karna semua telah sirna jadi debu
Sang Pelana…Dengarkanlah!
Saatnya kau sandarkan kaki lusuhmu
Basuhlah agar terlihat kembali indah
Kan tampak berkilau sejati jiwamu
Sang Pelana…Kemarilah!
Ku tahu luka jiwamu begitu dalam
Tak ada yang mampu bisa bertahan
Namun ku kan memberimu kesejukan
Sang Pelana…
Mengapa kau tak mau mendengarku?
Akhiri saja langkahmu
Karna semua kan sia-sia…
Sesaat dia memandangku tajam…
Terucap serangkaian kata darinya
“Kau tak tahu apa yang kurasa!”
“Diam kau! Urus saja masalahmu!”
Dan…Dia pun berkelana kembali
<masbiggie@malang, 13 Desember 2007. 09.17 AM>
Leave a Comment » |
Cinta |
Permalink
Ditulis oleh nirwana
Desember 22, 2007
===========
Tatkala ikrar tak lagi suci
Disini teringatku kembali
Akan dirimu, akan cintamu
Dua hati penuh kemesraan
Serasa takkan terpisahkan
Tatkala ikrar suci terucap
Hanya kau yang mengisi jiwa
Hanya kau yang pantas kucinta
Selamanya sampai akhir dunia
Kini semuanya telah sirna
Kau tlah lukai hati suci
Kau beri bekas yang dalam
Jejakmu yang takkan kembali
Jangan pernah kau ingat kembali
Makna ikrar suci diantara kita
Jangan pernah kau tanya kembali
Arti ikrar suci yang pernah ada
Semua telah usai, telah berai
Hancur memudar takkan kembali
Karna ikrar itu tlah ternoda
Tak lagi putih, tak lagi suci
masbiggie@Malang, 10 Desember 2007
Inspirated by Janji Putih (Ressa Herlambang)
Leave a Comment » |
Cinta |
Permalink
Ditulis oleh nirwana
Desember 22, 2007
===============
Sesaat setelah kau pergi…
Senyummu…
Masih tergambar jelas dibenakku
Indah mewarnai relung khayalku
Sebuah harapan yang tlah sirna
Kecupmu…
Masih terasa lembut bagai sutra
Menjelajahi rapuhnya dingin jiwa
Ingatkan engkau yang jauh disana
Suaramu…
Masih terdengar meskipun lirih
Ucapkan kata-kata cinta untukku
Hidupkan hati sepi yang terluka
Hadirmu…
Masih kurasa meski tanpa wujudmu
Coba mengiringi setiap langkahku
Sadarkan ku bahwa kau tlah pergi
Cintamu…
Masih memenuhi semua ruang rindu
Menghancurkan segala keinginanku
Tanpamu hidup terasa dalam antara
Dengan senyummu..dengan kecupmu..
Dengan suaramu..dengan hadirmu..
Bahkan dengan cintamu…
Kau tlah ukir kisah indah untukku
Sungguh!..Aku kehilanganmu…
masbiggie@Malang, 17 Nopember 2007 10.42 PM
Leave a Comment » |
Cinta |
Permalink
Ditulis oleh nirwana